Index Berita   Suara Pembaca   Galeri Foto   Galeri Video   Mobile Version   Games   Iklan Baris Hari ini: Kamis, 29 Juni 2017 21:04

Rusun Semakin Terbengkalai atau Tidak Terawat Baik

Rabu, 15 Agustus 2012 09:37
Opini · SolusiProperti
Kini keterbatasan lahan sekarang menjadi satu masalah, kebutuhan untuk peremajaan kawasan kumuh semakin sangat dibutuhkan sehingga keberadaan rumah susun pun perlu kembali diperhatikan. Dalam sisi lain, tak sedikit rusun yang sudah ada justru tidak dirawat dengan baik.

Kembali mengingat pada tahun 2007 lalu, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah mencanangkan untuk pembangunan 1.000 tower rumah susun sederhana milik (rusunami). Namun, setelah tiga tahun berjalan, pembangunan rusunami di lapangan tersendat karena terbentur ketidaksiapan pemerintah daerah setempat, tidak selarasnya kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah yang membuat pengembang kebingungan, serta keterbatasan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Bahkan, belakangan program tersebut dinilai salah sasaran karena bergeser membidik pasar kalangan menengah yang sanggup membeli unit di patokan harga Rp 144 juta.

Berdasarkan data Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) tentang kinerja pelaksanaan rusunami tercatat, pengajuan surat minat sebanyak 725 dari 1.000 tower. Dari pengajuan tersebut, baru 45 tower atau 15.903 unit telah terbangun. Adapun 38 tower lainnya atau 16.866 unit masih dalam tahap topping off, kemudian 36 tower atau 15.590 unit masih dalam tahap konstruksi, serta 348 dalam proses perizinan.

Terbengkalai

Tahun depan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana meremajakan empat dari delapan blok di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tambora, Jakarta Barat. Sejak dibangun pada 1984, kondisi rusunawa Tambora sudah tidak layak huni.

Sesuai amanat Undang-undang Nomor 1 tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan pemukiman, luas rumah susun minimal seluas 36 meter persegi dan maksimal 45 meter persegi. Sementara tipe bangunan rusunawa Tambora seluas 18 meter persegi per unit.

Peremajaan rusunawa Tambora dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rumah sehat layak huni bagi warga Jakarta. Proyek renovasi diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 180 miliar.

Tipe bangunan yang tersedia di empat blok rusunawa Tambora sudah tidak diperkenankan lagi sebagai tempat hunian sesuai aturan perundang -undangan.

Keempat blok, yang akan diremajakan terdiri dari empat lantai dengan total sebanyak 489 unit. Ia mengungkapkan, pihaknya telah memiliki Detail Engenering Desain (DED) terdiri dari tiga blok dengan 12 lantai serta berkapasitas 510 unit. Setiap unit memiliki luas sebesar 30 meter persegi.

Akan merevisi DED sehingga masing-masing unit memiliki luas 36 meter persegi dengan fasilitas dua kamar tidur, ruang keluarga dan tamu, dapur, kamar mandi, dan teras.

Para penghuni rusunawa Tambora menyetujui rencana peremajaan saat Dinas Perumahan dan Gedung DKI menggelar sosialisasi pada tahun 2008 silam.


Belum prioritas

Pada tahap awal peremajaan empat blok yakni blok I A, blok I B, blok II C dan blok II D yang dilakukan secara bertahap. Sementara empat blok lainnya belum menjadi prioritas Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta.

Peremajaan rusunawa mengacu kepada sejumlah kondisi misalnya saluran air di keliling bangunan sudah tidak berfungsi, struktur bangunan yang sudah rusak, dan dinding luar bangunan berlumut.

Ketika harga tanah lebih tinggi dari harga bangunan, maka bangunan harus bertingkat. Karena kebutuhan akan rumah begitu tinggi, maka masyarakat pasti mau tinggal dalam hunian vertikal.
little Bear
Jatiasih, Bekasi
999999
meizhirait@yahoo.co.id
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full

Kirim tanggapan Anda

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan SolusiProperti dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. SolusiProperti akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. SolusiProperti berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Mobile

E-Mail

Komentar
Redaksi: redaksi@SolusiProperti.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Fransisca Ingrid di 0818-0891-3342 · sisca@mustangcorps.com · Blackberry: 22918E5B
Dini Magaski di 0818-0842-1246 · dini@mustangcorps.com · Blackberry: 224CB655

SUARA SEBELUMNYA

OPINI SEBELUMNYA

FOTO SEBELUMNYA

VIDEO SEBELUMNYA