Index Berita   Suara Pembaca   Galeri Foto   Galeri Video   Mobile Version   Games   Iklan Baris Hari ini: Kamis, 29 Juni 2017 21:02

Overheating Indonesia Dapat Dicegah oleh Investasi Asing

Kamis, 30 Agustus 2012 09:45
Suara · SolusiProperti
Bank Indonesia (BI) kini menilai pemanasan ekonomi (overheating) mudah diatasi dengan dua hal yaitu PMA (Penanaman Modal Asing) dan kredit investasi agar perekonomian tetap terjaga.

Yang menyebabkan Overheating ekonomi pada saat pertumbuhan ekonomi karena digenjot namun tidak diiringi dengan penambahan yang infrastruktur yang mamadai sehingga dampak menimbulkan inflasi yang tinggi.

Overheating sangat tergantung dengan dua hal yaitu Satu, FDI (PMA) bisa kita dorong atau tidak. Dua, kita bisa dorong kredit lebih pada investasi untuk menghasilkan ekspor.

Bank sentral saat ini, tengah menyoroti dua hal penting bagi perekonomian yaitu pertumbuhan kredit dan defisit neraca transaksi berjalan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dalam batas aman.

Seperti yang telah diketahui, pertumbuhan kredit dalam setahunan mencapai 25,8% per Juni, sementara defisit transaksi berjalan pada kuartal kedua sudah sebesar 3,1% terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia. ”Kredit kita pertumbuhan sudah tinggi sekali. Selama tiga tahun terakhir lebih dari 23%. Tahun ini sekitar 25-26% (sesuai RBB). Itu tinggi sekali.

Saat ini kredit investasi, tambahnya, tumbuh sangat cepat dibanding kredit konsumsi. Hal tersebut terjadi, karena rasio kredit terhadap PDB di Indonesia masih terbilang rendah. ”Banyak yang lihat kredit terlalu tinggi. Tapi kita sendiri melihat kalau kredit mungkin dipakai untuk investasi ekspor, mungkin tidak bisa dibilang terlalu tinggi. Masalahnya sekarang itu kredit masuk untuk investasi yang menghasilkan barang di dalam negeri, termasuk real estate.

Menurutnya, penyebab utama defisit transaksi berjalan masih disebabkan oleh impor minyak yang tinggi juga akibat pemerintah urung menaikkan harga BBM bersubsidi sehingga mendorong neraca transaksi berjalan defisit sampai 3,1% dari PDB.

Sekarang, itu (kenaikan harga BBM) sudah tidak jadi kan. Kelihatannya tidak jadi. Sehingga adjustment transaksi berjalan dari segi itu tidak berjalan.

Hasil pendapatnya, kenaikan harga BBM menjadi penting, karena bila diterapkan akan menurunkan konsumsi BBM, yang sebagian besar masih dipenuhi melalui impor. “Sehingga sekarang ini kita tidak menempuh jalan menaikkan harga BBM karena tidak bisa, ya mau tidak mau kita harus fokus pada mendorong FDI (foreign direct investment atau penanaman modal asing) masuk, mendorong ekspor, dan mengurangi semua hambatan.
Recha
Cakung, Jakarta Timur
898988
recha@yahoo.com
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full

Kirim tanggapan Anda

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan SolusiProperti dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. SolusiProperti akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. SolusiProperti berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Mobile

E-Mail

Komentar
Redaksi: redaksi@SolusiProperti.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Fransisca Ingrid di 0818-0891-3342 · sisca@mustangcorps.com · Blackberry: 22918E5B
Dini Magaski di 0818-0842-1246 · dini@mustangcorps.com · Blackberry: 224CB655

SUARA SEBELUMNYA

OPINI SEBELUMNYA

FOTO SEBELUMNYA

VIDEO SEBELUMNYA